Psikotest (PAULI)

masih ingatkah dengan TES PAULI temaaannnss..

iyaaa tes yang terdiri dari ratusan ato mungkin ribuan deretan angka-angka genap ganjil diatas kertas (apa namanya???) pokokee kertas yang lebih gede dari ukuran A3 yang saking besarnya bisa dipake main layangan ituuu.. sudah ingat???

Tes ini adalah bagian dari soal psikotes yang bikin gemes keram tangan, otot leher tegang, suasana mendadak sepi karena berusaha konsentrasi tingkat tinggi… dan tes ini adalah salah satu tes biadab yang sangaaaaat tidak saya sukaii!!! sulit sekali berkonsentrasi penuh menyelesaikan soalnya tanpa teringat nasgor buatan mamsky yang tidak sempat saya makan pagi sebelum berangkat tes, teringat wajah bos dan ancaman dipecat karena bolos tak masuk kerja,dannn mmmh teringat lelakiku.. hehehehe

ok sekian intermezonya..

bagi anda yang penasaran (seperti saya sebelumnya)
apa gerangan tujuan tes iniiii??
seperti apa peniliaiannya??
ngefekkah menjumlah lebih dari selembar kertas bolak balik
eksetra-eksetra-eksetra..
berikut ini saya kutipkan jawaban dari seorang Psikolog yang mmmh maap saya lupa nama dan linknya..tapi sepintas saya baca sepertinya jawaban ini bisa dipertanggung jawabkan dihadirat Tuhan YME

yang terpenting dari Tes Pauli adalah kestabilan grafiknya, jangan terlalu jatuh bangun.
Test pauli bertujuan untuk melihat daya tahan, ketekunan, dan ketelitian. hasil kerja merupakan fungsi dari motivasi dan kemampuan. Motivasi merupakan hasil dari niat dan kemauan. Kemampuan merupakan kekuatan tindakan yang responsif berupa gerakan motorik, kegiatan intelektual, pengendalian diri secara umum, dan kemampuan untuk membedakan hal yang penting.
Adapun enam aspek dari tes pauli untuk mengungkap potensi kerja yang digunakan yaitu:
1. Energi Psikis (Jml)
Energi psikis mengungkap besarnya potensi energi kerja, terutama ketika dibawah tekanan.
2. Ketelitian dan Tanggungjawab (Be)
Ketelitian dan tanggungjawab menunjukkan adanya kesediaan bertanggungjawab, teliti, kepedulian, akan tetapi dapat berarti pula mudah dipengaruhi, labil, kurang waspada.
3. Kehati-hatian (Sa)
Kehati-hatian menunjukkan adanya kecermatan, hati-hati, konsentrasi, kesiagaan dan kemantapan kerja terhadap pengaruh tekanan.
4. Pengendalian Perasaan (Si)
Pengendalian perasaan menunjukkan adanya ketenangan, penyesuaian diri, keseimbangan dan sebaliknya dapat berarti menggambarkan penuh temperamen, mudah terangsang, dan cenderung egosentris.
5. Dorongan Berprestasi (Ti)
Dorongan berprestasi menggambarkan kesediaan dan kemampuan berprestasi, serta kemauan untuk mengembangkan diri.
6. Vitalitas dan Perencanaan (TP)
Vitalitas dan perencanaan menunjukkan ambisi untuk mengarahkan diri, dan mengatur kemampuan dalam mengatur tempo dan irama kerja.

ok jadi bagaimana dengan tes anda kemarin???? kalau saya JELAS KACAU… semoga sang penilai khilaf dan meluluskan kita semua.. AYO UCAPKAN BERSAMAAAA AMIEEEEEEEENNNN YA ALLAAAAAAHHH

ini postingan di catatan FB dan saking tak produktifnya saya maka postingan ini kembali saya pampang disini😛

NOte Penting:
DIRIKU TAK LULUS… tak mengapa masih ada sebiji harapan lagi dari BUMN yang lain mohon doanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s