Rest In Peace

Gw pribadi turut berbela sungkawa atas meninggalnya Mantan Ibu Negara yang kurang ajarnya baru gw tau selengkap itu namanya ketika telah tiada… *hwat… kemana aja saya waktu masa BJ Habibi Bertahta!!!*

Orang-orang rumah pada tau kabar sabtu Pagi itu juga dengan gumaman pelan gw yang ngeja Line News Metro TV “ISTRI BJ HABIBIE WAFAT” dan disambut dengan loncatan mamsky dari pembaringan kursi yang ngulet-ngelet pagi.. (sama-sama nOnton padahal tapi maklum lah mamsky matanya emang payah kalo gak berkaca mata *Disambit*) sempat sebentar (eh gak sebentar ding) gw liat mamsky bermelow-melow sambil gumam2 apaaaa gituu yang gw gak nangkep…

And then… full a long day Sabtu – Senin itu dimana-mana orang jadi rajin ngomongin BJ HABIBI entah ditangga-tangga kantor, di warung kopi a.k.a Jalan Roda sampe dipasar tempat jualan mamsky… well emang bener sih ya… namanya maut..kematian itu emang pedih dan menyedihkan..tapi yang bikin gw berkerenyit geleng-geleng kepala..begitu jagonya para pewarta kita mengangkat kembali nama BJ Habibie yang seingat gw duluuu sempat disalah-salahin atas lepasnya Timor-timor dari NKRI dan sempat diumpat-umpat atas kepemimpinan’a yang kalo gak khilaf gw tau diangkat oleh rakyat sendiri (baca: MAHASISWA) setelah Soeharto dilengserkan dan makin dibenci ketika beliau memutuskan untuk menetap di Jerman.

semoga bukan cuma karena berita kematian Ibu Ainun..semoga emang karena bangsa Indonesia orang-orang yang menghargai jasa tokoh-tokoh besar…karena emang dari jaman gw masih dikepang dua Papsky selalu bilang kalo orang terpintar sejagad raya Indonesia itu si bapak BJ Habibie..

oh ya..tadi jg gw liat ada Puisi dari BJ Habibie u/ sang Istri…

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,

cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

selamat jalan,

calon bidadari surgaku ….

mewek gak lu…???

😦

oh gusti itu romantis sekaliii…

5 thoughts on “Rest In Peace

  1. hu uh..kisah cinta mereka (yang sayangnya baru terkuak setelah ibu tiada) bener bener menggetarkan, cinta sejati.
    kisah kisah mereka sangat menginspirasi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s